SURYA/SUGIHARTOPolisi tengah mengidentifikasi jenazah korban terbakarnya KM Kirana di Tanjung Perak, Rabu pagi (28/9/2011).

SURABAYA, KOMPAS.com – Seperti yang telah diberitakan, 758 penumpang KM Kirana IX milik PT Dharma Lautan berhamburan keluar kapal setelah terjadi kebakaran di sebuah truk dalam kapal itu, Rabu (28/9/2011) pagi.

Pemilik PT Dharma Lautan Utama, Bambang Hario yang dimintai penjelasan menyusul insiden ini menjelaskan, kebakaran terjadi pada 06.30 WIB. Ia menegaskan, kebakaran bukan dari kapal KM Kirana, melainkan dari truk yang diparkir di dalam dek.

“Ada 36 unit motor 24 mobil yang mau berangkat dan diparkir di dek. Posisi truk itu ada di depan atau dekat penumpang,” jelasnya.

Menyusul kejadian ini, ada 8 penumpang yang dipastikan tewas, di mana 7 penumpang adalah perempuan dan satu pria. Ke-8 penumpang itu tewas karena panik ketika berdesak-desakan.

Ketika ditanya tentang siapa yang bersalah, dengan dia mengaku bahwa semua kecelakaan pagi ini adalah takdir Tuhan. “Kalau diibaratkan, maka kejadian ini mirip pertandingan sepakbola, di mana ada pemain yang tewas ketika ada perkelahian. Ini takdir,” jelasnya.

Panik mendengar informasi kebakaran di dalam kapal, Siti Khotijah melempar anaknya ke arah polisi yang baru masuk ke dalam kapal. Beruntung ia bisa menyelamatkan diri sehingga bisa bertemu kembali dengan anaknya, Hubbi Muhammad, yang masih berusia 13 bulan itu.

Siti, warga Sumenep, Madura, sudah duduk di dalam KM Kirana IX saat musibah itu terjadi. Ia duduk memangku anaknya di dalam dek penumpang sehingga tidak segera mengetahui informasi kebakaran.

Begitu penumpang lain ramai berteriak ada kebakaran, dirinya ikut panik. Tanpa pikir panjang ia melemparkan tubuh anaknya ke polisi yang berada di luar ruang penumpang. “Yang penting anak selamat dulu,” ujarnya.

Beruntung ia bisa ikut menyelamatkan diri keluar kapal. Begitu sampai di bawah, seorang polisi menghampirinya sambil menyerahkan putranya.

Siti dan anaknya selamat, tetapi ia kehilangan satu tas besar yang berisi pakaian. “Kalau barang hilang enggak apa-apa, yang penting keluarga selamat,” katanya.

Kapal Motor (KM) Kirana IX jurusan Balikpapan terbakar di Dermaga Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (28/9/2011) sekitar pukul 06.00.

Santoso, seorang saksi mata, mengatakan, api pertama kali terlihat dari bawah atau tempat parkir truk di dalam kapal. Diduga api berasal dari muatan truk.

“Tiba-tiba asap muncul dari bagian bawah. Melihat itu, penumpang yang sudah berada di dalam berusaha menyelamatkan diri dan keluar lewat pintu darurat,” ujarnya.

Ada tiga pintu keluar yang dilalui. Namun, jumlah penumpang yang banyak membuat situasi menjadi panik. Akibatnya, puluhan penumpang tergencet karena berebut dan berusaha menyelematkan diri.

“Petugas pelabuhan langsung bergerak dan menolongnya. Puluhan penumpang yang terluka langsung dilarikan ke RS PHC menggunakan ambulans,” tutur dia.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran berada di lokasi kejadian. Dua unit pemadam kebakaran didatangkan dari Pelabuhan Tanjung Perak dan sudah merapat di kapal serta tiga unit lainnya dari Pasar Turi turut membantu.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Chris P Wanda mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan petugas untuk membantu proses evakuasi dan upaya pemadaman.

“Laporan yang kami terima memang ada penumpang yang tergencet karena berdesakan. Petugas masih melakukan evakuasi,” kata dia.

KM Kirana IX yang bersandar di Dermaga Surya seharusnya berangkat dari Surabaya ke Balikpapan pada pukul 09.00. Seluruh penumpang sudah berada di dalam kapal.

Diduga, jumlah penumpang terlalu banyak. Belum ada kepastian resmi berapa jumlah penumpang yang terluka dan mendapatkan perawatan petugas pelabuhan ataupun di rumah sakit.

Musibah yang terjadi dikapal tersebut tidaklah bisa disebut dengan takdir, namun kecelakaan yang diakibatkan kelalayan manusia. yah manusia memang tidak ada yang sempurna tapi sebaiknya pihak PT Dharma Lautan Utama lebih mengutamakan keamanan dan kepuasan konsumennya. Karena kecelakaan tersebut tidak akan terjadi apa bila setiap kendaraan atau penumpang kapal melewati pemeriksaan yang ketat. Sehingga kendaraan dan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan tidak dapat masuk kedalam kapal.

Dan penumpang ibu-ibu yang telah tega melempar anaknya dengan alasan panik tidaklah baik untuk dicontoh, karena keselamaatan anaknya hanyalah keberuntungan semata, lalu bagaimana apabila anaknya tidak selamat dikarenakan ulahnya yang melempar anaknya tersebut? bukankah hal tersebut yang akan menciptakan tekatan pada jiwa ibu tersebut? bayangkan apabila anak tersebut tidak selamat? sedangkan ibunya selamat!! apa yang akan terjadi pada kejiwaan ibu tersebut??

Sebaiknya biasakan menghadapi apapun tidaklah menggunakan kepanikan,karena kepanikan tidaklah akan menyelesaikan masalah yang ada. justru akan menambah masalah baru lagi yang tidak tau nantinya bagaimana.

Dan ini semua merupakan teguran pada pemilik perusahan kapal tersebut untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para konsumennya atau penumpangnya.

sumber :

– http://regional.kompas.com/read/2011/09/28/08075662/KM.Kirana.IX.Terbakar.di.Tanjung.Perak

http://regional.kompas.com/read/2011/09/28/10483349/Siti.Melempar.Anaknya.Usia.13.Bulan.ke.Polisi

http://regional.kompas.com/read/2011/09/28/09034552/Truk.Penyebab.Kebakaran.KM.Kirana