Kirzner (1979) telah mendefinisikan usahawan sebagai individu yang sentiasa berwaspada ke atas peluang-peluang perniagaan yang orang lain tidakmenyedarinya.usahawan akan mengambil tindakan secara imaginative, kreatif daninovatif.

8 kiat menjadi usahawan yang sukses :

1. Kenali Impian Anda
Semua kemudahan dari fasilitas yang kita gunakan saat ini dulunya hanyalah sebuah impian dari orang-orang yang telah menemukan dan menciptakannya. Orang-orang ini mengenali mimpi mereka dan percaya bahwa mimpi-mimpi ini bisa diwujudkan.
“Orang dengan ide baru adalah orang aneh sampai ide tersebut berhasil”. Demikian sebuah ungkapan. Dan orang-orang yang sekarang wujud impiannya sedang kita gunakan, telah rela dianggap aneh dan bahkan dianggap gila.
Karena barangkali bagi mereka, hidup mengejar impian dan menjadi orang seperti yang mereka sendiri inginkan, jauh lebih mulia dan bahagia daripada menjadi orang dan menjalani kehidupan seperti yang orang lain harapkan dan tentukan

2. Ambil Langkah Pertama
Banyak impian hanyalah tinggal impian jika tidak ada tindakan yang diambil untuk membuat impian tersebut terwujud.
Langkah pertama yang paling tepat untuk memulai adalah dengan mengumpulkan informasi yang cukup untuk membuka jalan ke arah impian kita. Namun di era informasi saat ini, sangat mudah untuk terjebak dalam informasi yang salah. Bahkan tidak jarang tersesat dalam belantara informasi.
Terlebih sebagai manuasia kita mudah sekali tergoda pada hal-hal yang kelihatannya serba mudah dan instan.
Karena itu motto kami adalah “Internet Bagaikan Hutan Belantara Yang Tanpa Batas Jadi Pastikan Anda Menginvestasikan Waktu Dan Energi Anda Hanya Pada Yang Memberikan Nilai Kembalian Yang Paling Tinggi Untuk Anda”.

3. Bersedia Belajar
Saat ini banyak sekali orang yang menjadi penganggur berpindidikan. Kenapa? Karena pendidikan saja tidak cukup. Selain berpendidikan kita juga harus memiliki ketrampilan. Telah sangat banyak contoh di dunia ini dimana orang justru menjadi sukses bukan karena pendidikannya tapi karena ketrampilannya.
Karena itu jangan sungkan untuk belajar ketrampilan-ketrampilan baru yang akan semakin mendekatkan anda dengan impian anda. Mungkin tidak akan ada tepuk tangan, pakaian toga atau sertifikat ketika anda telah menguasai ketrampilan bisnis anda. Tapi semua orang tahu, dalam bisnis indikator sukses bukan nilai akademis, tapi nilai saldo.
Namun demikian, jangan jadikan uang sebagai tujuan utama. Karena ketika kita semakin layak untuk menjadi sukses, uang akan mengikuti dengan sendirinya.

4. Ciptakan Sebuah Sistem
Agar mudah mengevaluasi perkembangan bisnis anda. Ciptakan sebuah sistem. Standard Operating Procedure (SOP). Prosedur mengoperasikan televisi paling sederhana misalnya; sambungkan TV ke sumber listrik, tekan tombol power. Jika televisi tidak menyala berarti kemungkinan masalah hanya dua, kalau bukan pada sumber listriknya yang kosong berarti power TV tersebut yang rusak.
Hampir semua intansi dan korporasi besar memiliki SOP untuk mengatur bisnis mereka. SOPlah yang membuat KFC, McDonald, Pizza Hut, Coca-Cola, Pepsi cita rasanya tetap sama di belahan dunia manapun dia dijual.
Di eCerdas, WFD System adalah SOP yang dibuat agar jerih payah yang telah dilakukan untuk megembangkan jaringan tidak perlu lagi dilakukan berulang-ulang.

5. Kembangkan Jaringan
Bisnis tanpa jaringan hanya menjadi bisnis lokal. Dan tidak ada bisnis yang sukses besar tanpa membangun jaringan. Ada orang yang sukses karena jaringan bisnis restorannya, jaringan bisnis real estatenya, jaringan bisnis baksonya dan lain-lain.
Ketika bisnis online hadir, membangun jaringan menjadi lebih mudah. Tidak perlu tanah, gedung dan karyawan. Mengawasinyapun menjadi lebih mudah, tidak perlu pergi-pergi ke luar kota, tidak perlu menstok barang, dijalankan tanpa terikat waktu dan tempat.
Saat ini, siapa yang paling luas dan berkualitas jaringan yang dimilikinya, maka akan semakin sukses dia. Membangun jaringan yang tidak sekedar luas tapi juga berkualiatas adalah salah satu ketrampilan yang paling dibanggakan dan diandalkan oleh entreprenuer manapun.

6. Pengorbanan
Investasi adalah bahasa lain dari pengorbanan. Dimana saat berinvestasi kita rela berkorban untuk tidak membelajakan uang yang kita miliki saat ini demi harapan akan perkembangan hasilnya di masa depan. Demikian juga dalam investasi waktu dan energi.
Tapi sayangnya, sangat jarang orang yang rela berkorban, orang yang bersedia menunda kesenangannya saat ini demi kesenangan yang jauh lebih besar di hari esok hanya karena terbayang-bayang akan resikonya.
Padahal jika pengorbanan itu memang dibutuhkan dalam meraih impiannya, maka kita akan menjalankannya dengan suka cita. Halangan apapun adalah tantangan untuk menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih berpengalaman dan tentunya untuk menjadi lebih sukses…

7. Konsisten
Ada saat dalam menjalankan bisnis seakan-akan mendadak menjadi buntu. Cahaya gairah yang tadinya terang-benderang tiba-tiba meredup. Baik karena suatu alasan atau bahkan tidak diketahui alasannya kenapa.
Banyak calon-calon bintang berguguran pada fase ini, ketika komitmen mereka diuji, ketika daya tahan fisik dan mentalnya diuji, mereka kalah. Sehingga mereka tidak layak melihat impian mereka menjadi nyata. Yang paling menyedihkan kebanyakan mundur justru ketika impian telah tinggal sejangkauan lagi. “Saat paling gelap di malam hari adalah saat menjelang fajar”, demikian sebuah ungkapan bijak.
Jika langkah anda mulai tersandung, ingatlah kembali impian anda. Bayangkan bagaimana kesengsaraan yang akan anda alami jika impian anda tidak tercapai.

8. Impian Menjadi Nyata
Kini semua perjuangan yang dilakukan untuk meraih impian telah tercapai. Jika ada tetes air mata dan luka di masa lalu, kini menjadi kenangan dan kisah yang manis dan menjadi motivator bagi generasi bintang berikutnya.
Betapa bahagianya menjadi orang seperti yang kita inginkan. Betapa bahagianya dapat menjalani kehidupan sesusai dengan pilihan sendiri. Betapa bahagianya mengetahui bahwa kebahagiaan ini buah dari perjuangan sendiri. Dan yang paling membahagiakan adalah sekarang kita dapat membagi kebahagiaan ini kepada keluarga, orang-orang yang kita cintai, sahabat dan lingkungan kita…
Dan sekarang kita juga sadar bahwa ketika kita bermimpi meraih bintang, dan kita benar-benar telah berjuang untuk mewujudkannya, walau mungkin nanti bintang itu tidak teraih, tapi kita tidak akan sekedar mendapatkan lumpur.

Faktor Kegagalan Usahawan:

Gagal mengurus aliran tunai. Tiada catatan dan rekod transaksi yang membolehkan aliran wang keluar dan masuk diketahui dengan tepat dan diapantau. Sesetengah usahawan berpendapat, wang masuk adalah keuntungan dan sebagai pemilik perniagaan, mereka berhak membelanjakan wang bagi apa saja tujuan, termasuk perkara yang tidak menguntungkan perniagaan.

Suka bertangguh. Sikap ini pada awalnya mungkin tidak memberikan masalah besar, tetapi apabila dibiarkan, ia memberi kesan pada pengurusan perniagaan. Dokumen jadi bertimbun kerana lewat diproses, masa terbuang dengan mencari maklumat dan akhirnya keputusan yang dibuat adalah tidak tepat serta merugikan perniagaan.

Strategi pemasarannya tidak berkesan. Strategi pemasaran yang digunakan tidak berkesan bagi menarik pelanggan. Malah, ianya tidak berjaya mengekalkan pelanggan yang sedia ada. Pelanggan lebih tertarik dengan pesaing yang strategi pemasarannya jauh lebih berkesan.

Sikap negatif usahawan. Perniagaan boleh gagal disebabkan oleh sifat negatif yang dimiliki oleh usawahawan seperti hasad dengki, boros, tamak, pemarah, berprasangka, terlalu berahsia dan individualistik.

Gagal merancang dengan baik ataupun tidak tahu merancang. Mereka yang gagal merancang, sebenarnya merancang supaya gagal. Walaupun rancangan mungkin dibuat, ia tidak spesifik dan sekadar, “Saya mahu untung tahun ini!”
Berapa sasaran untungnya dan bagaimana merealisasinya, tidak ditetapkan. Akhirnya impian jadi seperti angan-angan Mat Jenin.

Khidmat pelanggan yang tidak cekap. Usahawan hanya memikirkan bagaimana mendapatkan pelanggan tetapi tidak memikirkan cara mengekalkan pelanggan. Hakitanya, mengekalkan pelanggan adalah lebih sukar daripada mendapatkan pelanggan.

Pekerja tidak cekap dan tidak amanah. Pekerja diambil tidak berdasarkan kemahiran dan sikap yang betul. Usahawan tidak membuat pelaburan bagi melatih pekerjadan tidak meluangkan masa yang cukup bagi menyelia pekerja.

Mengambil mudah aspek persaingan. Usahawan mengambil pendirian, “Rezeki secupak tidak akan jadi segantang.” Mereka juga terlalu yakin dengan kelebihan diri kerana sudah lama bertapak dan dikenali ramai, tidak berusaha supaya terus berdaya saing serta tiada usaha memperbaharui dan mengunikkan produk dan perkhidmatan.

Kemahiran terhad. Usahawan mahir dalam satu bidang sahaja. Sebagai contoh, usahawan produk kraf tangan perlu juga ada pengetahuan dalam aspek komunikasi, pemasaran, computer, perhubungan awam dan sebagainya.

10 Lokasi perniagaan tidak sesuai. Kedai sukar disinggahi ataupun pelanggan sukar pergi ke kedai itu. Misalnya, kedai berada di tengah-tengah persimpangan lampu isyarat ataupun terlindung, menggagalkan perniagaan walaupun barangannya bermutu dan banyak pilihan. Pelanggan juga mungkin tidak terperasan apabila kedai pakaian misalnya, terletak di tingkat atas bangunan.

11 Tidak berfikiran jauh. Usahawan tidak berkifikiran global dan futuristik atau ke hadapan. Mereka tidak tahu ataupun tidak ambil tahu perkembangan semasa pelbagai aspek perniagaan. Barangan yang dijual ataupun perkhidmatan yang diberikan mungkin terkebelakang daripada segi ciri-cirinya dan mempunyai permintaan yang berkurangan. Usahawan perlu menambah ilmu pengetahuan dari semasa ke semasa dan ia dilakukan dengan menghadiri kursus serta seminar keusahawanan, mendapatkan nasihat daripada rakan-rakan serta mereka yang pakar dan juga membaca majalah-majalah serta lamanweb berkaitan keusahawanan.

12 Kurang pengalaman. Usahawan menjalankan perniagaan dalam bidang yang mereka tidak mahir ataupun tidak minat. Usahawan yang bermula daripada bawah, biasanya lebih berjaya dan kekal lama kerana mereka berpengalaman dalam perniagaan yang diajalankan. Mereka tidak mudah ditipu oleh pelanggan dan pekerja. Mereka juga tidak mudah dikalahkan oleh pesaing.

13 Kurang modal kewangan. Perniagaan yang dimulakan tanpa modal yang mencukupi, mungkin menyukarkan usahawan berkembang, mengecewakan pelanggan dan akhirnya menggagalkan perniagaan. Walau bagaimanapun, modal yang sedikit apabila diurus dengan baik, tidak mustahil rezeki secupak akan jadi segantang.

14 Tiada sistem mengurus akaun yang efisien. Hal ini menyebabkan usahawan tidak tahu kekuatan sebenar perniagaan dan mengesan kelemahan perniagaan pada peringkat awal. Masih ramai usahawan bumiputra tidak mementingkan aspek mengurus akaun dalam perniagaan mereka. Antara sebabnya adalah, mereka gagal memahami bagaimana sistem mengurus akaun yang mantap dapat membantu mereka mengaut keuntungan dan mengelak rugi.

15 Terlalu tamak berkembang. Usahawan tidak ‘mengukur baju di badan sendiri’. Cawangan yang dibuka tidak kena pada masanya dan tanpa kemampuan kewangan yang mencukupi, menyebabkan usahawan gagal.

16 Tiada penyambung kejayaan. Ada perniagaan gagal bertahan lama kerana individu yang bertanggung jawab membangunkan perniagaan, jatuh sakit ataupun meninggal dunia. Malangnya, tiada siapa yang berkebolehan dan terlatih, dapat mengambil alih perniagaannnya. Ada perniagaan yang Berjaya pada zaman ‘pentadbiran’ si ayah, tetapi menjadi kucar-kacir apabila tampuk pemerintahan diambil alih oleh si anak.

17 Rakan kongsi berpecah. Perniagaan yang berpotensi juga gagal akibat rakan kongsi yang tidak sehaluan.

 jadi untuk para usahawan sebaiknya berhati-hatilah dalam segala kegiatan usaha,karena kesalahan sekecil apa pun akan dapat menghancurkan kita,.

sumber :